Tulisan yang ditandai ‘keuntungan bisnis warnet’

Wartel Vs Warnet

By: Luckykey

Beberapa waktu yang lalu, saya harus menelpon orang dalam jumlah yang banyak, namun menurut saya menelpon dengan handphone memakan biaya yang banyak. Kalau begini lebih baik saya cari wartel saja, soalnya tentu saja biaya di wartel lebih murah ketimbang biaya menggunakan handphone.

Namun berbeda dengan pemandangan sekitar 7 tahun silam, yang mana setiap kita berjalan 100 meter kita sudah bisa menemukan wartel. Sekarang wartel-wartel tersebut hanya tinggal papan nama yang terpampang di tepi jalan.

Dulu bisnis wartel merupakan bisnis yang sangat menggiurkan. Dalam jangka waktu 2-5 bulan sudah bisa balik modal. Tidak heran dulu banyak terdapat wartel di setiap sudut jalan.

Namun karena perkembangan teknologi yang begitu cepat, para pengusaha wartel terpaksa menutup usaha mereka karena sangat sepinya pelanggan. Teknologi canggih dan praktis yang semakin lama semakin murah membuat masyarakat lebih memilih menggunakan handphone ketimbang repot-repot pergi ke wartel.

Hal ini bisa saja tertular dengan saudara wartel yaitu warnet. Keberadaan warnet sekarang memang menjadi bisnis yang menggiurkan. Layaknya wartel dulu, kini kita bisa menemukan warnet di setiap sudut jalan. Namun apakah ini bisa bertahan lama?

Kini teknologi wifi (internet tanpa kabel yang bisa di akses oleh hampir setiap laptop) berkembang sangat cepat. kini kita mulai menemukan banyak warung dan café yang menyediakan wifi gratisan. Hanya dengan nongkrong dengan membawa laptop dan memesan minuman kita bisa mengakses internet sepuasnya.

Ditambah lagi dengan harga laptop yang semakin lama semakin murah, membuat hampir setiap orang kini sudah memiliki laptop masing-masing.

Dan bukan hanya itu, kini sudah ada modem usb yang bisa di bawa ke mana-mana dengan harga dan biaya provider yang bersaing. Semua ini sangat bisa menggeser keberadaan warnet dan tentu saja bisa merugikan para pengusaha warnet.

Apakah warnet akan benar-benar punah seperti saudaranya si wartel? Kita tunggu saja tanggal mainnya ;-)

Panduan Untuk Memulai Bisnis Warnet

By: Luckykey

Teknologi warnet (warung internet) merupakan alternatif yang gampang dan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan akses internet yang murah. Dewasa ini sudah banyak warung internet yang menjamur di mana-mana. Warnet memungkinkan orang untuk mengakses internet hanya dengan biaya 2000 hingga 5000 perjamnya. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang menggunakan alternatif ini untuk bisa mengakses dunia maya.

Secara umum ada dua faktor utama yang perlu dilihat untuk memulai bisnis ini. Yang pertama dari segi bisnis dan manajemennya, dan juga dari segi teknologinya.

Bisnis Warnet

Dari sisi bisnis dan manajemennya, isunya biasanya berkisar pada masalah pemasaran, promosi, dan masalah bagaimana mendatangkan pelanggan. Jangan pernah berkonsentrasi pada masalah teknis, karena pada akhirnya sense of business menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis warnet ini. Komponen dalam rencana bisnis ini tidak banyak sebetulnya, yaitu:

1.       Investasi yang biasanya berkisar 4 jutaan per PC.

2.       Biaya operasional yang biasanya dihabiskan untuk membayar Telkom & ISP, selain membayar karyawan dan listrik.

3.       Tarif.

Sense of business usaha warnet ini sangat sederhana, yaitu:

a.       Letakkan warnet di tempat yang banyak orang, terutama anak muda.

b.      Semakin banyak computer yang digunakan, semakin murah tarifnya, dan semakin cepat untuk bisa balik modal.

c.       Batas minimal computer yang feasible untuk akses web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telpon dial-up.

Teknologi Warnet

Dari sisi teknologi ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis warnet. Secara umum topologi sederhana sebuah warnet konvensional tampak pada gambar. Warnet terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuah gateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia mengakses Internet dengan biaya yang sangat murah. Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya warnet menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp150.000 per card. Sebaiknya jangan membeli yang murah sekali-sekitar Rp70.000-an-karena biasanya jelek. Pada network kampus, kompleks perumahan dan perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.

Sambungan jarak jauh dari warnet ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak.

Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang dipakai untuk akses Internet di rumah-rumah.

Sebagian warnet, kompleksn perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannya kurang baik, kecepatan aksesnya juga lambat yang semua mengurangi laba warnet. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz. Yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dengan menggunakan peralatan microwave atau cahaya infra merah ini cukup menakjubkan, sekitar 2-11Mbps. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.

Baca juga Tips menggunakan mesin pencari Google

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.